<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>bini.bangpay.org</title>
	<atom:link href="http://bini.bangpay.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bini.bangpay.org</link>
	<description>blog bundanya lanang</description>
	<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 11:06:14 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Teruntuk Sang Angin</title>
		<link>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/teruntuk-sang-angin/</link>
		<comments>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/teruntuk-sang-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 09:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda bono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[angin]]></category>

		<category><![CDATA[cinya]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bini.bangpay.org/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah memberi&#8230; memberi&#8230;dan memberi !!!
Hanya ingin menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada sahabatku, Sang Angin yang tak henti-hentinya memberi perhatian pada sahabatnya ini yang kadang lupa akan dirinya  
Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang hingga kini masih kau tunjukkan padaku.
Terima kasih telah mengajariku tentang bagaimana seharusnya mencintai dan menyayangi.
Terima kasih untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Cinta adalah memberi&#8230; memberi&#8230;dan memberi !!!</p></blockquote>
<p>Hanya ingin menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada sahabatku, Sang Angin yang tak henti-hentinya memberi perhatian pada sahabatnya ini yang kadang lupa akan dirinya <img src='http://bini.bangpay.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang hingga kini masih kau tunjukkan padaku.<br />
Terima kasih telah mengajariku tentang bagaimana seharusnya mencintai dan menyayangi.<br />
Terima kasih untuk kado ultah yang begitu cantik (huaaaaa&#8230; jilbab yang unik juga cantik) pengennya gak dipake biar gak rusak <img src='http://bini.bangpay.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Terima kasih untuk telepon-telepon dan sms-sma pemberi semangat baik di pagi buta atau di tengah malam.<br />
Terima kasih karena masih mau menjadi sahabatku walaupun berkali-kali kusakiti dirimu.<br />
Terima kasih untuk persahabatan yang indah ini dan semoga bisa kita jaga hingga maut memisahkan.</p>
<p>Seperti yang kau katakan, cinta memang hanya memberi, di saat ku berharap hanya kecewa yang kan menyapa.</p>
<p>Huuuaaaa&#8230; pengen nangis T_T KANGEN!!! Banyak cerita yang terpendam, banyak rasa yang ingin tumpah ruah. Banyak kata yang kubawa diam.</p>
<p>Kapan pulang?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/teruntuk-sang-angin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hati Seorang Wanita</title>
		<link>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/hati-seorang-wanita/</link>
		<comments>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/hati-seorang-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 08:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda bono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Gudang Otak]]></category>

		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<category><![CDATA[ego]]></category>

		<category><![CDATA[gosip]]></category>

		<category><![CDATA[nafsu]]></category>

		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bini.bangpay.org/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Getar ponsel malam itu yang membangunkanku dari mimpi. Tiba-tiba kudengar isak tangis dari seberang. Ada apa gerangan?
Seorang sahabat yang hampir setahun ini menghilang, menelponku. Tapi kali ini yang kudengar bukan suara cekikikan atow candaan darinya. Dia menangis! Rasa kantukku pun langsung sirna.
Seperti biasa, kalo sudah seperti itu situasinya pasti langsung curhat-curhatan. Sahabatku ini sudah menikah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Getar ponsel malam itu yang membangunkanku dari mimpi. Tiba-tiba kudengar isak tangis dari seberang. Ada apa gerangan?</p>
<p>Seorang sahabat yang hampir setahun ini menghilang, menelponku. Tapi kali ini yang kudengar bukan suara cekikikan atow candaan darinya. Dia menangis! Rasa kantukku pun langsung sirna.</p>
<p>Seperti biasa, kalo sudah seperti itu situasinya pasti langsung curhat-curhatan. Sahabatku ini sudah menikah dengan pria yang sangat dicintainya dan sedang hamil muda. Sepertinya dia mengalami dua peristiwa sekaligus yang sangat bertolak belakang. Di satu sisi, dia sedang merasa sedih karena lelaki yang sangat dicintainya itu ternyata menjalin hubungan terlarang dengan wanita lain. Di sisi yang lain, dia bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.</p>
<p><span id="more-51"></span>Wah jadi ingat acara-acara gossip itu. Cerita seperti ini gak ada habisnya yang membuatku malas untuk menontonnya. Tapi kenapa saya posting tentang hal ini (firasatku bakal panjang nih tulisan)? Apa bukan menyebar aib namanya? Niat saya semata-mata mengingatkan kembali diri kita. Ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan mungkin saya (entah saya yang ada di posisi sahabat saya, atow malah jadi perempuan yang menyakiti sahabat saya)!</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img253.imageshack.us/img253/8543/3brokenflaxmedsp6.jpg" alt="hati-hati!!" /><br />
Ehm.. Aneh memang, karena pada dasarnya tidak ada seorang wanita yang ingin disakiti. Tapi kok ada aja yg seperti itu?</p>
<p>EGO! Inilah yang kadang membuat kita tak sadar melewati batas-batas hubungan kita dengan orang lain. Dengan alasan mencari kebahagiaan, kita malah menghancurkan kebahagiaan orang lain.</p>
<p>NAFSU. Sesuatu yang sulit dikendalikan. Apalagi kalo sudah kecanduan. Ga usah dibisikin, dikentutin syaitan aja langsung goyah.</p>
<p>Hanya IMAN yang bisa menjaga semuanya tetap pada kadar seharusnya (ya karena semua hal ada batasnya) dan hal yang tak kita sadari adalah kita tak perlu menyakiti orang lain untuk merasakan bahagia. Asal sabar menunggu hingga tiba saatnya juga pasti terasa indah.</p>
<p>Semoga sajah wanita-wanita yang mencari kebahagiaan dengan cara menyakiti hati wanita yang lain ituw diberi hidayah. Semoga yang masih perawan dijaga keperawanannyah, yang single segera diberi jodoh yang bijaksana, yang sudah menikah ditambah rasa cintanya pada pasangannya dan yang sudah punya anak, semoga tak ada kebekcian di hati anakmu!!!</p>
<p>Wah sepertinya kegundahan di hati mempengaruhi postingan-postingan sayah. Ada banyak hal yang terjadi belakangan dan semuanya terjadi begitu cepat. oiyah.. sekalian menyapa seorang teman yang sepertinya juga sedang dilanda sebuah &#8220;peristiwa&#8221;. Semoga bisa lebih kuat darikuh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bini.bangpay.org/2008/09/22/hati-seorang-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah&#8230; Bono-ku Tlah Tiba</title>
		<link>http://bini.bangpay.org/2008/09/13/alhamdulillah-bono-ku-tlah-tiba/</link>
		<comments>http://bini.bangpay.org/2008/09/13/alhamdulillah-bono-ku-tlah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 08:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda bono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<category><![CDATA[Anakku]]></category>

		<category><![CDATA[Duniaku]]></category>

		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Suami]]></category>

		<category><![CDATA[ayah]]></category>

		<category><![CDATA[bayi]]></category>

		<category><![CDATA[lahir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bini.bangpay.org/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Beribu-ribu syukur kupanjatkan pada-Mu ya Allah&#8230; Terima kasih atas karunia-Mu yang tak terhitung hanya saja kadang diriku yang lupa bersyukur.
Alhamdulillah&#8230; Hari Rabu tepatnya tanggal 03 September 2008 (lebih tepat lagi) pukul 21.05 WITA di Rumah Sakit Bersalin Bunda Gorontalo, putra pertama kami lahir dengan selamat, sehat dan jugah tampan.


Sungguh perjuangan yang amat berat bagiku (berjuta-juta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beribu-ribu syukur kupanjatkan pada-Mu ya Allah&#8230; Terima kasih atas karunia-Mu yang tak terhitung hanya saja kadang diriku yang lupa bersyukur.</p>
<p>Alhamdulillah&#8230; Hari Rabu tepatnya tanggal 03 September 2008 (lebih tepat lagi) pukul 21.05 WITA di Rumah Sakit Bersalin Bunda Gorontalo, putra pertama kami lahir dengan selamat, sehat dan jugah tampan.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img207.imageshack.us/img207/5551/picture194zu6rk7.jpg" alt="Lanang-ku" /><br />
<span id="more-49"></span></p>
<p>Sungguh perjuangan yang amat berat bagiku (berjuta-juta terimakasih untukmu Mama, sudah berjuang melahirkan kami). Selasa pagi aku masuk rumah sakit, ditemani oleh Mamaku, Adit dan suamiku tercinta (thanks hun!). Hingga Rabu pagi ternyata baru pembukaan satu, sementara dirikuh sudah merasakan kontraksi setiap 3 menit. Di sela-sela waktu itu, aku ditemani Bangpay jalan-jalan keliling rumah sakit. Sambil sesekali saling lempar canda. Hm&#8230; Bahkan di saat seperti itu pun kami masih bisa bercanda.</p>
<p>Hingga jam 3 sore, baru masuk pembukaan tiga. Huaaaa&#8230; Berbaring lagi&#8230; Jalan-jalan lagi&#8230; Mama dan Bangpay setia menemani. Setiap kali kontraksi, Bangpay slalu menggenggam tanganku dan ngelap keringat yang bercucuran (oh Tuhan ini nyata! Haiyah!). Oh sungguh saat itu kupikir sakitnya yang paling sakit ternyata makin lama menuju pembukaan lengkap makin sakit. Dan kata dokter makin sakit makin bagus. Wadouw!!</p>
<p>Subhanallah&#8230; Bangpay membimbingku beristighfar&#8230; Astaghfirullah&#8230;Allahu Akbar&#8230; Beginikah yang Mama rasakan. Ya Allah ampuni segala dosanya! Maafkan saya ya Mama&#8230; selama ini sudah membuatmu sedih dan terluka&#8230;</p>
<p>Akhirnya saat itupun tiba&#8230; Bono lahir dengan berat 3,1 kilogram dan panjang 49cm. Sakit yang kurasakan tiba-tiba hilang. Senyum bahagia kulihat dari wajah suamiku. Air mata berlinang dari mata mama. Aku pun tak dapat menahan haru&#8230; Ciuman dikeningpun ku dapatkan dari Bangpay. Terima kasih ya Allah.. Engkau hadirkan mereka yang sangat kucintai di saat-saat bersejarah itu.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://img232.imageshack.us/img232/104/picture257ql3hk7.jpg" alt="Keluarga Kecil Bangpay.org" /></p>
<p>Segera kami sebarkan berita bahagia itu ke seluruh keluarga di Jawa maupun Gorontalo. Juga pada sahabat-sahabat kami di seluruh pelosok Indonesia dari Aceh sampai Papua.</p>
<p>Dan secara resmi Bono diberi nama Lanang Sabrang Baruna Aji. Soal arti atau alasan pemberian nama, tanyakan saja pada <a title="bangpay" href="http://bangpay.org" target="_blank">Bapaknya</a>. Hehehehe&#8230;</p>
<p>Untuk semuanya yang sudah mengirimkan doa, terima kasih banyak yaaa&#8230;</p>
<p>NB : diposting oleh saya sendiri&#8230; huaaa&#8230; gak bisa nulis banyak soalnya kasihan Lanang ditinggal Bundanya T_T</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bini.bangpay.org/2008/09/13/alhamdulillah-bono-ku-tlah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tondhalo, Mitoni A la Gorontalo</title>
		<link>http://bini.bangpay.org/2008/09/12/tondhalo-mitoni-a-la-gorontalo/</link>
		<comments>http://bini.bangpay.org/2008/09/12/tondhalo-mitoni-a-la-gorontalo/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 02:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda bono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Anakku]]></category>

		<category><![CDATA[adat]]></category>

		<category><![CDATA[baca doa]]></category>

		<category><![CDATA[bini]]></category>

		<category><![CDATA[bono]]></category>

		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>

		<category><![CDATA[mitoni]]></category>

		<category><![CDATA[selamatan]]></category>

		<category><![CDATA[tondhalo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bini.bangpay.org/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Tondhalo = Raba-raba Puru (Perut)
Jadi pengen berbagi cerita soal yang satu ini soalnya banyak kejadian aneh dan lucu selama menjalaninya.
Tondhalo alias raba-raba puru (baca :perut) adalah salah satu prosesi adat Gorontalo yang dilaksanakan oleh keluarga yang sedang menanti kelahiran seorang anak. Biasanya dilaksanakan pada bulan ketujuh kehamilan sang ibu. Kalo di Jawa disebut MItoni, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tondhalo = Raba-raba Puru (Perut)</strong></p>
<p>Jadi pengen berbagi cerita soal yang satu ini soalnya banyak kejadian aneh dan lucu selama menjalaninya.</p>
<p>Tondhalo alias raba-raba puru (baca :perut) adalah salah satu prosesi adat Gorontalo yang dilaksanakan oleh keluarga yang sedang menanti kelahiran seorang anak. Biasanya dilaksanakan pada bulan ketujuh kehamilan sang ibu. Kalo di Jawa disebut <a title="Mitoni" href="http://debritto.net/isi/mitoni_satu_peristiwa_seribu_makna" target="_blank">MItoni</a>, tapi tentu tahap-tahap yang dijalani berbeda. Beda kota aja disini sudah lain pokoke macam-macam rupanya<br />
<span id="more-48"></span><br />
<img src="http://img135.imageshack.us/img135/1013/slametan085ip2.jpg" alt="" width="400" height="533" /></p>
<p>Aslinya tahapan acaranya itu buanyak buanget, tapi dengan keteguhan dan kenekatan hati dirikuh menolak jadinya hanya beberapa acara inti saja. Acara diawali dengan doa shalawat oleh para undangan yang dipimpin seseorang yang disini disebut Pak Imam. Setelah itu acara menyantap makanan yang sudah dihidangkan sebelumnya, sementara di kamar sang ibu dan ayah sudah siap memulai acara inti dari Tondhalo. Tentunya gak berdua saja, ada beberapa orang yang ditunjuk untuk menemani termasuk diantaranya anak laki-laki dan perempuan yang kira-kira berumur di atas lima tahun.</p>
<p>Tahap pertama :<br />
Sang ibu dengan memakai kain sarung disuruh berbaring di atas sebuah tikar yang diatasnya sudah dikasih kain putih dan janur kuning yang dianyam hingga berbentuk tali/sabuk/ikat pinggang.<br />
Sang ayah menunggu di depan pintu kamar sampai ada panggilan dari Dukun Adat, sang ayah pun masuk kamar dan duduk bersila di samping sang ibu</p>
<p>Tahap kedua :<br />
Dukun adat menggoyang-goyang dua buah piring yang saling menelungkup. Maka terdengarlah bunyi-bunyian karena didalamnya ternyata sudah diisi beberapa koin lima ratusan Konon katanya biar anaknya gak mudah kaget atow latah kalo denger bunyi-bunyian <img src='http://bini.bangpay.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tahap ketiga :<br />
Perut sang ibu digoyang-goyang dan diraba-raba untuk memastikan posisi bayi sudah benar apa belum. Nah yang ini tujuannya biar sang bayi mudah dan lincah bergerak juga membenarkan posisinya biar siap lahir.<br />
Haha… saking kagetnya dirikuh hampir teriak karena si Bono digoyang-goyang dengan semangat oleh sang dukun. Ayah Bono pun sampai melotot setengah kaget bin pucat pasi melihat adegan itu. Huaaa… rasanya saat itu pengen melarikan diri sajah. Abis takut terjadi apa-apa dengan Bono T_T</p>
<p>Tahap keempat :<br />
Sang ayah disuruh melangkahi sang ibu sebanyak tiga kali. Naaahhh… yang ini dirikuh mpe nahan napas, gimana gak khawatir kalo tiba-tiba perutku yang buncit ini… huaaaaa… ngeri deh pokoknya. Untungnya Bangpay tetap hati-hati walopun terlihat grogi. Naah… abis itu anak laki-laki dan perempuan tadi disuruh menyentuh perutku.</p>
<p>Tahap kelima :<br />
Sang ayah diminta memotong anyaman janur kuning tadi (masih di atas perutku!) kemudian dibuang ke halaman rumah dan diikuti oleh ibu. Lalu ayah dan ibu disuruh mengelilingi rumah kayak lagi main pilem Kejar Daku Kau Hamil Lagi.</p>
<p>Tahap keenam :<br />
Ayah dan ibu saling menyuapi/disuapi sang dukun adat dengan tiga macam nasi dan seekor ayam yang menjepit telurnya. Ayam ini harus dihabiskan oleh sang ayah dan ibu.<br />
Sepertinya sang dukun sangat bersemangat, buktinya belum habis makanan yang kami kunyah eeehh.. dengan seenak hatinya dia nyuapin lagi nasi-nasi ituw.<br />
Nah disini Bangpay berperan sangat aktif alias makan dengan lahap sampe-sampe si ayam malang itu habis tinggal tulangnya.<br />
Yang ini katanya biar ayah dan ibu saling menyayangi dan selalu bersama dalam suka maupun duka (ceileeehhhh)</p>
<p>Tahap ketujuh :<br />
Sang ibu dimandikan oleh dukun adat dengan air yang buatku bukan air lagi tapi sudah penuh dengan berbagai macam bunga dan entah tanaman apa ajah.<br />
Dirikuh sempat teriak karena mataku kemasukan air jeruk bo! Busyeeet… macem-macem ajah nih maunya. Tinggal dikasih kecap aja, neng!<br />
Untungnya penderitaanku berakhir sampai disitu.</p>
<p>Pfffiiuuuhh… sayangnya ada beberapa tahap yang gak ada gambarnya karena gak ada yang bersedia ngambil gambarnya. Kalopun ada hasilnya gak bagus-bagus amat. Juga ada beberapa yang ku tak tahu maknanya apa, gak sempat nanya karena masih kaget dengan adegan berbahaya tadi, jadi mohon maap yak!</p>
<p>Sekian dulu cerita dari kampung saya. Semoga bisa menghibur ibu-ibu yang lagi hamil. Siapa tau aja karena saking kagetnya dengan cerita-ceritaku bisa mempercepat persalinan huahahahaha…</p>
<p>NB :<br />
-  Foto, koleksi pribadi<br />
-  Ditulis oleh Jeng Tika dan diposting oleh Bangpay.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bini.bangpay.org/2008/09/12/tondhalo-mitoni-a-la-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pulang Kampung</title>
		<link>http://bini.bangpay.org/2008/08/28/pulang-kampung/</link>
		<comments>http://bini.bangpay.org/2008/08/28/pulang-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 02:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bunda bono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Keluargaku]]></category>

		<category><![CDATA[bangpay]]></category>

		<category><![CDATA[bono]]></category>

		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>

		<category><![CDATA[hamil]]></category>

		<category><![CDATA[manado]]></category>

		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<category><![CDATA[Suami]]></category>

		<category><![CDATA[sulawesi utara]]></category>

		<category><![CDATA[sulut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bini.bangpay.org/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Wah lama juga aku gak posting. Kangen banget euy! Apa kabar dunia di luar sana? Setelah kurang lebih delapan bulan gak pernah ninggalin pulau Ternate,  berhubung perut yang semakin membuncit, akhirnya aku bisa merasakan enaknya pulang kampung. Aku menyusul suami yang sudah lebih dulu berada di kota Manado.

Dijemput di bandara abiz ituw langsung beredar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah lama juga aku gak posting. Kangen banget euy! Apa kabar dunia di luar sana? Setelah kurang lebih delapan bulan gak pernah ninggalin pulau Ternate,  berhubung perut yang semakin membuncit, akhirnya aku bisa merasakan enaknya pulang kampung. Aku menyusul <a title="Hari Ketiga di Manado" href="http://bangpay.org/2008/07/24/hari-ketiga-di-manado/" target="_blank">suami yang sudah lebih dulu berada di kota Manado</a>.</p>
<p><img src="http://img82.imageshack.us/img82/9931/warungrifaivp1.jpg" alt="warung islam rifai - inobonto" width="400" height="193" /></p>
<p><span id="more-47"></span>Dijemput di bandara abiz ituw langsung beredar ke pusat-pusat keramaian. Hahaha… emang dasar doyan makan, yang dituju lebih dulu adalah tempat makan. Nostalgila kali ini melibatkan dua orang aneh yang kebetulan besoknya mo ikut prajabatan. Mereka dinamakan Athur dan Gita (baca: Gito ya!) Karena baru kali itu ke Manado, jadi sekalian kami ajak. Setelah ngasih tahu jalur angkot kota Manado, kami pun berpisah. Aaahhh… dua-duaan lagi hahahaa…</p>
<p>Besoknya dengan menyewa satu mobil dari travel kami menuju Gorontalo. Sudah lama gak bolak-balik Manado–Gorontalo jadinya kayak orang yang baru pertama kali melakukan perjalanan darat, mual-mual! Untung <a title="suami saya yang endut itu..." href="http://bangpay.org" target="_blank">suami</a> dengan sabar menjagaku, makasih ya sayang!</p>
<p>Bukannya hidupku gak indah di Ternate, aku tetap mensyukuri setiap detik perjalanan hidup yang kujalani di sana. Tapi di mana-mana yang namanya rumah memang bagai syurga bagi tiap orang (tentunya yang cinta dengan suasana rumahnya). Apalagi bagiku yang suka berpetualang ini, sekali pulang wuaahhh… rasanya asyik banget githu loh (haiyah!)</p>
<p>Mulai dari bangun pagi, jalan pagi bersama suami (kalo kebetulan lagi di Gorontalo) dan Adit adik kecilku tercinta, bersih-bersih rumah (konon katanya kalo lagi hamil gak boleh malas-malasan, harus banyak bergerak asal gak mpe kecapekan biar persalinannya lancar, saya mengamini sajah), makan nangka goreng (nangka yang digoreng pake tepung kayak nggoreng pisang) atow kue tradisional yang biasanya dijajakan para penjual keliling.</p>
<p>Duduk santai di teras rumah sambil nonton <a title="Adik Kecilku..." href="http://bini.bangpay.org/2008/06/20/adik-kecilku/" target="_blank">Adit</a> dan teman-temannya main bola di halaman rumah, saling bertukar info dengan mama terutama soal kehamilan dan persalinan sambil diselingi canda tawa dan yang paling penting adalah makan masakan rumah (wuuaaahhh uenak tenaaannn).</p>
<p>Tapi juga gak bisa senang sepenuhnya sih soalnya suami tercinta justru susah cari makannya. Nanti malah dibilang menari-nari di atas penderitaanya. Makanya kalo suami lagi di sini, lidahnya sangat dimanjakan oleh masakan rumah yang belum tentu dia nikmati di luar sana hehehee…</p>
<p>Yaahh.. bagi yang sedang menikmati enaknya hidup di rumah, ku ucapkan selamat menikmati hidup. Bagi yang jauh dari rumah, jangan patah semangat! Terus berjuang, itung-itung jihad kan?</p>
<p>NB : teruntuk suami tercinta, tiap kali makan selalu ingat dirimuh. Makanya jadi semangat makan karena ingat perjuanganmu (haiyah… doyan ajah!)</p>
<p>KETERANGAN :<br />
- Foto diambil oleh suami dengan kegirangan saat nemu warung makan di Inobonto (200km lebih dari Manado dan untuk menuju ke Gorontalo juga masih 200km lagi) yang bertuliskan namanya. Norak!<br />
- Tulisan ini ditulis oleh <a title="jeng tika" href="http://bini.bangpay.org" target="_blank">Jeng Tika</a> di notebook <a title="bangpay" href="http://bangpay.org" target="_blank">Bangpay</a> untuk lalu diposting oleh  <a title="bangpay" href="http://bangpay.org" target="_blank">Bangpay</a> karena  <a title="jeng tika" href="http://bini.bangpay.org" target="_blank">Jeng Tika </a>tidak mempunyai akses ke internet.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bini.bangpay.org/2008/08/28/pulang-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
