Category — Keluarga
Nyanyian di Pagi Hari
tetap percaya
tetap disampingku
walau terluka hatiku
ku akan bertahan dengan semua beban
walau terluka hatiku
kala senja telah hilang dan tenggelam
kala hati tlah terluka dan terbuang
sekuat mungkin ku akan membuktikan
bahwa hati itu luas tak terbatas
jika senja pasti akan tergantikan fajar
aku percaya
aku bertahan
walau terluka hatiku
Pagi ini kuterbangun oleh suara jagoan kecilku. Ya kali ini giliran Lanang yang membangunkan bundanya. Main-main bentar lalu mondar-mandir dalam rumah masih dengan Lanang dipelukanku. Karena Lanang pengen dinyanyiin maka skalian kunyanyikan lagu barunya Jikustik, Tetap Percaya.
Enjoy it!
October 14, 2008 3 Comments
Kisah Lanang dan Botol Susunya

Cerita perkenalan Lanang dan botol susunya berawal ketika ASI yang harusnya sudah ada sejak dia lahir ternyata gak kunjung keluar. Karena takut Lanang kenapa napa jadinya saya memutuskan untuk memberikannya susu formula sesuai saran dokter. Nah ASI untuk Lanang baru keluar di hari ketiga pasca kelahirannya. Dengan rasa syukur dan semangat empat lima, saya pun mencoba untuk memberikan ASI pada anak lelaki saya ituw. Tapi ternyata Lanang menolak and menunjukkan ketidak-sukaannya pada ASI.
Tak menyerah sampai disitu, saya menyiasatinya dengan memompa ASI dan memberikannya lewat botol susu kesayangannya ituw. Alhamdulillah… Lanang mau dan menghabiskannya hingga tetes terakhir. Tinggal saya yang harus mengikhlaskan kondisi ituw. Ya mo gimana lagi, keinginan saya untuk menyusui Lanang belum bisa terlaksana. Pokoknya fokus ke Lanang aja duluw. Ternyata ayahnya juga berpendapat yang sama, yang penting Lanang-nya!
October 13, 2008 16 Comments
Sebulan Setelah Lanang Lahir
Gak terasa sudah sebulan saya menjalani peran sebagai ibu muda. Wah ternyata gampang gampang susah. Tapi saya tetap bersyukur bisa menjalaninya dengan hati senang dan riang. Nahan ngantuk sejak pukul sebelas malam sampai pukul enam pagi kemudian langsung tidur (mumpung Lanang bobok) sampe pukul sembilan pagi. Pokoknya terjaga di saat orang-orang pada tidur dan tidur di saat orang-orang sibuk.
Sekarang umur Lanang sudah empat puluh hari. Beratnya sudah empat koma empat kilo. Sudah ada perubahan pada wajah mungilnya yang lucu ituw. Ya.. makin jelas saja kalo Lanang itu mirip sekali dengan ayahnya.

Hampir tiap hari ada yang nanyain kabar Lanang juga perkembangannya. Lanang sudah bisa ngapain sekarang?
-
Lanang sekarang sudah bisa senyum (mo dibilang ketawa tapi gak ada suaranya)
-
matanya bisa mengikuti arah pergerakan benda
-
kalo minum susu maunya botol susu kesayangan itu dipegang sendiri, gak mau dipegangin orang lain (berani coba? Pasti teriak!)
-
sukanya liat lampu nyala (jadi pengen tau tagihan rekening listrik bulan depan)
-
gak mau bobok kalo gak denger nyanyian merdu bunda tersayang (skalian bisa latihan untuk persiapan ikut Coba Lagi Award)
-
kalo dengar suara ayahnya langsung ngoceh gak jelas (baik lewat telepon atow cuman rekaman ajah)
-
kalo dicium langsung nutup mukanya pake tangan-tangannya yang mungil ituw
pokoknya tiap hari pasti nemu kejadian-kejadian lucu jadinya rasa kantuk itu langsung sirna. Waduh sampe bingung gimana caranya bercerita abis rasanya sueneeeeng buanged. Makanya saking sibuknya saya dengan anak laki-laki saya ituw, telepon-telepon dan smses yang masuk gak bisa dibalas saat itu jugah.
Hari Kamis kemarin Lanang diimunisasi untuk kedua kalinya. Ada satu hal yang belum saya sebutkan. Lanang sejak lahir emang jarang nangis. Kalopun nangis itu karena pipis, pup dan minta minum. Nah pas disuntik itu baru kutahu ternyata suara tangisnya keras sekali hehehe… sempat gak tega liat anak kecil disuntik. Setelah itu tangisnya berhenti dan Lanang kembali ceria
Apa kabar Ayah Lanang di sana ya?
October 13, 2008 4 Comments
Alhamdulillah… Bono-ku Tlah Tiba
Beribu-ribu syukur kupanjatkan pada-Mu ya Allah… Terima kasih atas karunia-Mu yang tak terhitung hanya saja kadang diriku yang lupa bersyukur.
Alhamdulillah… Hari Rabu tepatnya tanggal 03 September 2008 (lebih tepat lagi) pukul 21.05 WITA di Rumah Sakit Bersalin Bunda Gorontalo, putra pertama kami lahir dengan selamat, sehat dan jugah tampan.
September 13, 2008 13 Comments
Di Tahun Ketiga
Tanggal 24 Juli, tiga tahun yang lalu jadi hari yang kami sepakati sebagai hari jadi kami. Hehehee… kalo ingat itu jadi pengen ketawa. Makin lama kan makin tua, jadi kalo ingat ada hari jadi jadian begitu bikin aku ngetawain diri sendiri. Lucu. Geli aja mengingat tingkah kita di masa yang lalu. Apalagi suamiku bukan tipe orang yang suka mengingat tanggal-tanggal tertentu dan sadar gak sadar ternyata dirikuh ikut terbawa arus.
Kemaren alarm pengingat di hape bunyi. Hanya bisa senyum-senyum sendiri diteruskan dengan acara sms Bangpay dengan gaya sok nanya :
” tanggal berapa ya sekarang?”
dan dibalasnya :
“kakakakak… tgl 24 juli. Tgl (yg dipilih jadi) hari jadi kita. I love you!”
Hanya butuh tujuh hari setelah berkenalan, kami memutuskan untuk menikah. Alhamdulillah itu semua bisa terwujud walopun harus menempuh perjalanan yang panjang ![]()
[Read more →]
July 25, 2008 21 Comments


