Category — Anakku
Alhamdulillah… Bono-ku Tlah Tiba
Beribu-ribu syukur kupanjatkan pada-Mu ya Allah… Terima kasih atas karunia-Mu yang tak terhitung hanya saja kadang diriku yang lupa bersyukur.
Alhamdulillah… Hari Rabu tepatnya tanggal 03 September 2008 (lebih tepat lagi) pukul 21.05 WITA di Rumah Sakit Bersalin Bunda Gorontalo, putra pertama kami lahir dengan selamat, sehat dan jugah tampan.
September 13, 2008 13 Comments
Tondhalo, Mitoni A la Gorontalo
Tondhalo = Raba-raba Puru (Perut)
Jadi pengen berbagi cerita soal yang satu ini soalnya banyak kejadian aneh dan lucu selama menjalaninya.
Tondhalo alias raba-raba puru (baca :perut) adalah salah satu prosesi adat Gorontalo yang dilaksanakan oleh keluarga yang sedang menanti kelahiran seorang anak. Biasanya dilaksanakan pada bulan ketujuh kehamilan sang ibu. Kalo di Jawa disebut MItoni, tapi tentu tahap-tahap yang dijalani berbeda. Beda kota aja disini sudah lain pokoke macam-macam rupanya
[Read more →]
September 12, 2008 6 Comments
Ketika Bangpay Ke Manado
Hoahem… jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Masih dengan rasa kantuk yang terus menyerang, saya dan suami berusaha menuntaskan acara bungkus-bungkus alias packing harta yang akan dibawa pindah ke Manado. Bukan hanya barang-barang suami, semua yang mau saya bawa juga sudah harus dipacking, biar nanti saya gak kecapean katanya. Pukul satu siang nanti, suami saya (akan) resmi meninggalkan kota Ternate ini menuju Manado kota tempat kami meneruskan perjuangan selanjutnya.
Alhamdulillah bisa selesai juga. Sisa waktu kami pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk “ngobrol” dengan Si Bono sebab rencananya jam sembilan Bangpay ke kantor dulu untuk pamitan. Ternyata respon dari Si Bono benar-benar RUAAARRR BIASA!!! Waktu dikasih tahu kalo ayahnya akan berangkat ke Manado eeehhh dianya gak mau diam. Sampai-sampai saya yang tadinya cuman duduk-duduk santai harus berbaring karena gak tahan dengan gerakannya yang “menghentak-hentak”. Melihat tingkah anaknya seperti itu, Bangpay jadi agak sedih meninggalkan kami. Pokoknya banyak cinta dan sayang untuk Bono deh, katanya!
[Read more →]
July 21, 2008 9 Comments
Dua Puluh Enam Minggu
- perut makin buncit
- berat nambah sekilo jadi 59 kg
- makin sering makan tapi dengan porsi yang kecil
- masih ngidam Nike Gorontalo (ikan kecil-kecil dari laut Gorontalo berbeda dengan yang ada di Danau Tondano)
- jadi makin sering mimpiin wajahnya Bono
- karena gak napsu makan nasi, tiap malam minta dibeliin Terang Bulan sama ayahnya Bono. Karena takut gak habis jadi minta ke mas yang jualan untuk dibikin tipis tapi bayarannya tetap Rp. 13.000,-
- stok baju makin menipis karena makin dikit yang pas di badan
- jalan makin pelan, kalo berdiri dari duduk minta dibantu ayah Bono
- jadwal tidur jadi siang hari, karena malamnya begadang. Si Bono kalo malam jadwalnya “main bola”, gerakannya makin sering dan kuat.
May 28, 2008 7 Comments
Dia Sudah Bisa Mendengar Lho!!!
Akhir-akhir ini si Bono semakin aktif aja. Buktinya hampir tiap saat aku bisa merasakan “tendangan” dan “tinju”nya yang tak henti-henti. Tentunya momen berharga ini gak kami lewatkan begitu saja. Tiap bangun pagi Bangpay selalu menyapanya, mau ke kantor kuajak bicara dan memintanya untuk gak rewel, biar aku bisa kerja dengan tenang. Tiap jam istrahat siang Bangpay datang ke kantorku untuk mengajaknya bermain dengan meletakkan tangannya di atas perutku. Pulang ke rumah pun langsung diajak ngobrol. Pokoknya sebelum disapa ayahnya, Bono gak akan berhenti bergerak. Kalo sudah dielus-elus terus disuruh bobo baru dia mulai tenang. Awalnya memang sulit mengajaknya berkomunikasi. Tapi lama-lama dia mulai mengerti kalo ayah bundanya sedang mengajaknya main. Alhamdulillah… Bono selalu merespon! Pokoknya senang sekali rasanya.
April 15, 2008 6 Comments



