blog bundanya lanang
Random header image... Refresh for more!

Posts from — October 2008

Sayonara

Sambil mendengarkan lagu Kepompong dari Sind3ntosca, saya ngetik postingan terakhir.

Bukannya apa-apa, saya hanya ingin memulai kisah baru di rumah yang baru ;-)

Akhirnya cerita-cerita saya di sini harus saya akhiri. Terima kasih karena teman-teman sudah memberi pelajaran-pelajaran berharga pada saya. Mohon maaf apabila ada tulisan saya yang sempat membuat teman-teman tersinggung. Maaf juga kalo teman-teman sering gak sengaja menemukan saya di tempat lain sampe merasa kalo saya ada di mana-mana (tapi saya bukan Tuhan kok)

Sampe ketemu lagi di “rumah” baru saya. Semuanya tetap semangat untuk menulis ya!
Senang punya sahabat seperti kalian.

See you…

October 16, 2008   20 Comments

Nyanyian di Pagi Hari

tetap percaya
tetap disampingku
walau terluka hatiku
ku akan bertahan dengan semua beban
walau terluka hatiku

kala senja telah hilang dan tenggelam
kala hati tlah terluka dan terbuang
sekuat mungkin ku akan membuktikan
bahwa hati itu luas tak terbatas
jika senja pasti akan tergantikan fajar

aku percaya
aku bertahan
walau terluka hatiku

Pagi ini kuterbangun oleh suara jagoan kecilku. Ya kali ini giliran Lanang yang membangunkan bundanya. Main-main bentar lalu mondar-mandir dalam rumah masih dengan Lanang dipelukanku. Karena Lanang pengen dinyanyiin maka skalian kunyanyikan lagu barunya Jikustik, Tetap Percaya.

Enjoy it!

October 14, 2008   4 Comments

Kisah Lanang dan Botol Susunya

Cerita perkenalan Lanang dan botol susunya berawal ketika ASI yang harusnya sudah ada sejak dia lahir ternyata gak kunjung keluar. Karena takut Lanang kenapa napa jadinya saya memutuskan untuk memberikannya susu formula sesuai saran dokter. Nah ASI untuk Lanang baru keluar di hari ketiga pasca kelahirannya. Dengan rasa syukur dan semangat empat lima, saya pun mencoba untuk memberikan ASI pada anak lelaki saya ituw. Tapi ternyata Lanang menolak and menunjukkan ketidak-sukaannya pada ASI.

Tak menyerah sampai disitu, saya menyiasatinya dengan memompa ASI dan memberikannya lewat botol susu kesayangannya ituw. Alhamdulillah… Lanang mau dan menghabiskannya hingga tetes terakhir. Tinggal saya yang harus mengikhlaskan kondisi ituw. Ya mo gimana lagi, keinginan saya untuk menyusui Lanang belum bisa terlaksana. Pokoknya fokus ke Lanang aja duluw. Ternyata ayahnya juga berpendapat yang sama, yang penting Lanang-nya!

[Read more →]

October 13, 2008   16 Comments

Sebulan Setelah Lanang Lahir

Gak terasa sudah sebulan saya menjalani peran sebagai ibu muda. Wah ternyata gampang gampang susah. Tapi saya tetap bersyukur bisa menjalaninya dengan hati senang dan riang. Nahan ngantuk sejak pukul sebelas malam sampai pukul enam pagi kemudian langsung tidur (mumpung Lanang bobok) sampe pukul sembilan pagi. Pokoknya terjaga di saat orang-orang pada tidur dan tidur di saat orang-orang sibuk.

Sekarang umur Lanang sudah empat puluh hari. Beratnya sudah empat koma empat kilo. Sudah ada perubahan pada wajah mungilnya yang lucu ituw. Ya.. makin jelas saja kalo Lanang itu mirip sekali dengan ayahnya.

pose menantang

Hampir tiap hari ada yang nanyain kabar Lanang juga perkembangannya. Lanang sudah bisa ngapain sekarang?

  • Lanang sekarang sudah bisa senyum (mo dibilang ketawa tapi gak ada suaranya)

  • matanya bisa mengikuti arah pergerakan benda

  • kalo minum susu maunya botol susu kesayangan itu dipegang sendiri, gak mau dipegangin orang lain (berani coba? Pasti teriak!)

  • sukanya liat lampu nyala (jadi pengen tau tagihan rekening listrik bulan depan)

  • gak mau bobok kalo gak denger nyanyian merdu bunda tersayang (skalian bisa latihan untuk persiapan ikut Coba Lagi Award)

  • kalo dengar suara ayahnya langsung ngoceh gak jelas (baik lewat telepon atow cuman rekaman ajah)

  • kalo dicium langsung nutup mukanya pake tangan-tangannya yang mungil ituw

pokoknya tiap hari pasti nemu kejadian-kejadian lucu jadinya rasa kantuk itu langsung sirna. Waduh sampe bingung gimana caranya bercerita abis rasanya sueneeeeng buanged. Makanya saking sibuknya saya dengan anak laki-laki saya ituw, telepon-telepon dan smses yang masuk gak bisa dibalas saat itu jugah.

Hari Kamis kemarin Lanang diimunisasi untuk kedua kalinya. Ada satu hal yang belum saya sebutkan. Lanang sejak lahir emang jarang nangis. Kalopun nangis itu karena pipis, pup dan minta minum. Nah pas disuntik itu baru kutahu ternyata suara tangisnya keras sekali hehehe… sempat gak tega liat anak kecil disuntik. Setelah itu tangisnya berhenti dan Lanang kembali ceria :)

Apa kabar Ayah Lanang di sana ya?

October 13, 2008   4 Comments