blog bundanya lanang
Random header image... Refresh for more!

Tondhalo, Mitoni A la Gorontalo

Tondhalo = Raba-raba Puru (Perut)

Jadi pengen berbagi cerita soal yang satu ini soalnya banyak kejadian aneh dan lucu selama menjalaninya.

Tondhalo alias raba-raba puru (baca :perut) adalah salah satu prosesi adat Gorontalo yang dilaksanakan oleh keluarga yang sedang menanti kelahiran seorang anak. Biasanya dilaksanakan pada bulan ketujuh kehamilan sang ibu. Kalo di Jawa disebut MItoni, tapi tentu tahap-tahap yang dijalani berbeda. Beda kota aja disini sudah lain pokoke macam-macam rupanya

Aslinya tahapan acaranya itu buanyak buanget, tapi dengan keteguhan dan kenekatan hati dirikuh menolak jadinya hanya beberapa acara inti saja. Acara diawali dengan doa shalawat oleh para undangan yang dipimpin seseorang yang disini disebut Pak Imam. Setelah itu acara menyantap makanan yang sudah dihidangkan sebelumnya, sementara di kamar sang ibu dan ayah sudah siap memulai acara inti dari Tondhalo. Tentunya gak berdua saja, ada beberapa orang yang ditunjuk untuk menemani termasuk diantaranya anak laki-laki dan perempuan yang kira-kira berumur di atas lima tahun.

Tahap pertama :
Sang ibu dengan memakai kain sarung disuruh berbaring di atas sebuah tikar yang diatasnya sudah dikasih kain putih dan janur kuning yang dianyam hingga berbentuk tali/sabuk/ikat pinggang.
Sang ayah menunggu di depan pintu kamar sampai ada panggilan dari Dukun Adat, sang ayah pun masuk kamar dan duduk bersila di samping sang ibu

Tahap kedua :
Dukun adat menggoyang-goyang dua buah piring yang saling menelungkup. Maka terdengarlah bunyi-bunyian karena didalamnya ternyata sudah diisi beberapa koin lima ratusan Konon katanya biar anaknya gak mudah kaget atow latah kalo denger bunyi-bunyian :D

Tahap ketiga :
Perut sang ibu digoyang-goyang dan diraba-raba untuk memastikan posisi bayi sudah benar apa belum. Nah yang ini tujuannya biar sang bayi mudah dan lincah bergerak juga membenarkan posisinya biar siap lahir.
Haha… saking kagetnya dirikuh hampir teriak karena si Bono digoyang-goyang dengan semangat oleh sang dukun. Ayah Bono pun sampai melotot setengah kaget bin pucat pasi melihat adegan itu. Huaaa… rasanya saat itu pengen melarikan diri sajah. Abis takut terjadi apa-apa dengan Bono T_T

Tahap keempat :
Sang ayah disuruh melangkahi sang ibu sebanyak tiga kali. Naaahhh… yang ini dirikuh mpe nahan napas, gimana gak khawatir kalo tiba-tiba perutku yang buncit ini… huaaaaa… ngeri deh pokoknya. Untungnya Bangpay tetap hati-hati walopun terlihat grogi. Naah… abis itu anak laki-laki dan perempuan tadi disuruh menyentuh perutku.

Tahap kelima :
Sang ayah diminta memotong anyaman janur kuning tadi (masih di atas perutku!) kemudian dibuang ke halaman rumah dan diikuti oleh ibu. Lalu ayah dan ibu disuruh mengelilingi rumah kayak lagi main pilem Kejar Daku Kau Hamil Lagi.

Tahap keenam :
Ayah dan ibu saling menyuapi/disuapi sang dukun adat dengan tiga macam nasi dan seekor ayam yang menjepit telurnya. Ayam ini harus dihabiskan oleh sang ayah dan ibu.
Sepertinya sang dukun sangat bersemangat, buktinya belum habis makanan yang kami kunyah eeehh.. dengan seenak hatinya dia nyuapin lagi nasi-nasi ituw.
Nah disini Bangpay berperan sangat aktif alias makan dengan lahap sampe-sampe si ayam malang itu habis tinggal tulangnya.
Yang ini katanya biar ayah dan ibu saling menyayangi dan selalu bersama dalam suka maupun duka (ceileeehhhh)

Tahap ketujuh :
Sang ibu dimandikan oleh dukun adat dengan air yang buatku bukan air lagi tapi sudah penuh dengan berbagai macam bunga dan entah tanaman apa ajah.
Dirikuh sempat teriak karena mataku kemasukan air jeruk bo! Busyeeet… macem-macem ajah nih maunya. Tinggal dikasih kecap aja, neng!
Untungnya penderitaanku berakhir sampai disitu.

Pfffiiuuuhh… sayangnya ada beberapa tahap yang gak ada gambarnya karena gak ada yang bersedia ngambil gambarnya. Kalopun ada hasilnya gak bagus-bagus amat. Juga ada beberapa yang ku tak tahu maknanya apa, gak sempat nanya karena masih kaget dengan adegan berbahaya tadi, jadi mohon maap yak!

Sekian dulu cerita dari kampung saya. Semoga bisa menghibur ibu-ibu yang lagi hamil. Siapa tau aja karena saking kagetnya dengan cerita-ceritaku bisa mempercepat persalinan huahahahaha…

NB :
-  Foto, koleksi pribadi
-  Ditulis oleh Jeng Tika dan diposting oleh Bangpay.

6 comments

1 mba deni { 09.12.08 at 2:51 am }

whooo, tapi udah ada hasilnya tho jeng….itu si baby udah lahir sehat dan ganteng…selamat ya….
—bener2 ga bisa besanan yo—

2 mia { 09.12.08 at 6:41 am }

dah lahiran ya KA??? selamat yaa..namanya siapa?? moga jadi anak sholeh yaa

3 chang'e { 09.12.08 at 7:36 am }

Tahniah, Makcik.. ^^

4 eL@ { 09.12.08 at 9:40 am }

namax LANANG (eh mendahului bundanya) hehehehe

5 Mbokde Vien { 09.13.08 at 7:26 am }

Kyaa… jenenge putramu tu lho, jeng!! si Hakim mpe nyebutnya berkali-kali (takjub.red) ” Lanang Sabrang Baruna Aji”…
Nice name..

6 Bunda Lanang { 09.13.08 at 7:54 am }

mba Deni : iya.. terima kasih

Kak Mia : iya kak.. makasih yaaaa atas doa dan dukungannya selama ini..

Chang’e : syukron… (halah!)

Kak El@ : makasyih bibi (huahahha panggilan baru)

Si Mbok : huehehe.. siapa duluw dong ayahnya! Bangpay githu loh.. akhirnya Mas Hakim bisa takjub juga.. kirain bisanya ngejek doang :p

Leave a Comment