Ketika Bangpay Ke Manado
Hoahem… jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga pagi. Masih dengan rasa kantuk yang terus menyerang, saya dan suami berusaha menuntaskan acara bungkus-bungkus alias packing harta yang akan dibawa pindah ke Manado. Bukan hanya barang-barang suami, semua yang mau saya bawa juga sudah harus dipacking, biar nanti saya gak kecapean katanya. Pukul satu siang nanti, suami saya (akan) resmi meninggalkan kota Ternate ini menuju Manado kota tempat kami meneruskan perjuangan selanjutnya.
Alhamdulillah bisa selesai juga. Sisa waktu kami pergunakan dengan sebaik-baiknya untuk “ngobrol” dengan Si Bono sebab rencananya jam sembilan Bangpay ke kantor dulu untuk pamitan. Ternyata respon dari Si Bono benar-benar RUAAARRR BIASA!!! Waktu dikasih tahu kalo ayahnya akan berangkat ke Manado eeehhh dianya gak mau diam. Sampai-sampai saya yang tadinya cuman duduk-duduk santai harus berbaring karena gak tahan dengan gerakannya yang “menghentak-hentak”. Melihat tingkah anaknya seperti itu, Bangpay jadi agak sedih meninggalkan kami. Pokoknya banyak cinta dan sayang untuk Bono deh, katanya!
Kami ke bandara pukul setengah satu siang. Sepanjang perjalanan Bangpay terus menanyakan “Bono lagi ngapain, Bun?” sambil megangin perut sayah. Duuuhh… sayah kan jadi ikut terharu melihat ayah dan anak ini begitu kuat hubungannya. Bono kan sudah terbiasa mendengar suara ayahnya, apalagi kalo lagi gak bisa diam pasti ayahnya yang menangani dan emang berhasil dengan cara seperti itu. Tapi untunglah kami berdua sudah nyiapin Album Mini Ayah untuk Bono. Kami sudah merekam suara ayah biar Bono bisa mendengarkan suara ayahnya setiap saat. Mudah-mudahan berhasil, yak!
Pesawat Merpati yang membawa Bangpay sudah berangkat dan hampir satu jam kemudian Bangpay nelpon mengabarkan kalo sudah sampai dengan selamat di Bandara Sam Satulangi Manado. Alhamdulillah… saya langsung mengabari orang tua di Gorontalo dan mertua di Jawa. Semua berucap syukur
Terima kasih Ya Allah… sudah menjaga dan memberi keselamatan bagi suamiku hingga sampai di tempat tujuannya.
Selamat jalan, Ayah. Selamat bertugas ![]()
Kangenin kami ![]()
Kami juga akan selalu merindukanmuh ![]()
Tunggu kami, yah!
We miss you already, Ayah!
I Love You!


9 comments
balik ke mdo lagi yah mbak
kalo sirikuh iyah… balik lagi ke manado… kalo suami kan baru kali ini kerja di Manado…
kangen berat euy!!
lagi menyelami perasaan rindu dengan mendengarkan albumnya Eddie Vedder
salam kenal
wew.. long distance marrying life juga Bun ???
sama dong
Bono, jaga ibu baek2 ya?
Weh.. Jadi tadi bono sempat ”dijenguk” ayahnya ya?
Tetep semangat ya Jeng.
Aku mbaca ini kok rasanya terharu ya?
semoga cepat keluar sk mutasi ikut suaminya ya jeng… biar bono bareng-bareng ayah bundanya lagi
[…] Keberangkatan saya ke manado menggunakan pesawat merpati tentu saja diantar oleh bini tercinta yang untuk sementara waktu harus berpisah dengan saya karena dia memang masih harus ngantor di Ternate. Rencananya minggu depan istri saya akan nyusul saya ke manado. […]
Leave a Comment