Hanya Ingin Kau Tahu, Teman !
Tak peduli seberat apa kaki ini melangkah akan tetap kulangkahkan meski harus terseret-seret, meski terinjak-injak, meski tergores penuh luka
Tak peduli berapa banyak keringat dan darah mengalir, aku akan terus maju
Tak peduli berapa banyak batu yang kau lemparkan ke tubuhku, aku akan tetap berjalan
Tak peduli berapa banyak air mataku yang tumpah, aku akan tetap tersenyum
Semua itu tidak akan menghentikanku. Tak akan menghalangiku.
Rasa itu sudah tumbuh dan mengakar di jantungku, mengalir di darahku
Dan jika kau hendak mencabutnya, cabutlah bersama nyawaku
Aku belum kalah
Aku belum ingin menyerah
Aku belum mati
Aku belum ingin berhenti
Teruslah mengkhianatiku, teruslah menyakitiku
Tak akan ku membalasnya
Kau dan perbuatanmulah yang akan menyiksamu
Dan Pengadilan Tuhan adalah yang paling adil
Untuk seorang musuh teman yang tak pernah jera dan tak pernah mencoba untuk berkaca, apa yang kau tanam hari ini akan kau tuai esok hari.


10 comments
memang ada orang2 yg kerasnya melebih batu kok, mbak
Hayo bangpay apa yang kau tanam pada binimu!!*sok tahu*
sabar bu’…..
kumaha atuh kak?
merdeka!!!
merdeka!!!
–halah, iki opo to ??–
pakabar ibunya bono ??
ka,
puisiny dlm bgt! kira2 siapa ya yg dimaksud?…hehehe
o..ya ane baru bikin blog, visit me at :
http://oeneeq0nly.blogspot.com/
*ditunggu kunjungannya…
uh so sapa ini ko’u …… po sabari ju
hehehhe
MAS HEDI : takutnya kalo terlalu keras mudah dipatahkan
ADIS : mau tahu ajah! yang ditanam cinta dwonk… :p
SUCI : hehehe.. iyah… ku coba…
RAY : apanya yang gimana?
MIERZ : merdeka!!! ini jugah apa?! Alhamdulillah.. sehat pak…
UNI : hehehhee.. masih rahasia… ada yang merasa gak yah?
SAHRUL : iyo uwti… podu’a mayi wa…
eh saalah, kumaha mah bagaimana ya artinya… yang mau ditanya itu kenapa?
hehehe
tak kirain lagi marah sama suami yang pindah duluan…
Leave a Comment