blog bundanya lanang
Random header image... Refresh for more!

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Hahaha… pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri. Saya pikir sekarang kalo ada demo pasti soal pilkada gubernur yang gak selesai-selesai itu. Eh ternyata ada yang demo soal kenaikan BBM juga di kota ini. Artinya masyarakat sini gak cuek-cuek amat kok!

Demo BBM


Beberapa menit yang lalu ada demo lagi di depan kantorku. Awalnya yang datang hanya sekelompok orang yang menaiki sepeda motor. Mereka berputar-putar dengan sepeda motornya dan membuat lingkaran. Lalu muncul sang pemimpin kelompok yang meminta anak buahnya membentuk formasi. Nah saat itulah dari belakang menyusul gerombolan mahasiswa dan ups… apa itu? Oh ternyata ada ibu-ibu yang kalo ditebak dari cara berpakaiannya itu ibu rumah tangga. Mereka membawa spanduk yang bertuliskan berbagai macam kalimat yang intinya itu menolak keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Akhirnya barisan demonstran jadi panjang sekali.

Sempat mikir “wah pasti demo ini sangat penting bagi ibu-ibu itu!”. Buktinya demi ikut demo mereka pasti harus ninggalin pekerjaan rumah yang biasanya menumpuk. Apalagi kalo punya anak yang masih kecil. Ditambah lagi dengan pakaian yang dikenakan, kayaknya ibu-ibu itu gak sempat ganti baju. Hampir semua pake daster dan baju tidur lho! Hmm… Buru-buru mungkin.. Pas lagi mikir gitu, tiba-tiba ada mas-mas yang lagi berdiri disampingku nyeletuk ” wah kasihan sekali ibu-ibu itu. Pasti berhasil dibujuk untuk demo hanya dengan lima ribu rupiah!”. Aku cuma bisa tersenyum sambil mikir “mosok sih?”

Ya sudah. Demo, demo saja! Asal jangan bertindak anarkis. Kasihan kan kalo sampe terjadi apa-apa dengan mereka. Bisa-bisa suami juga anak-anak yang pulang dari kantor dan sekolah gak bisa makan siang karena ibunya gak bisa masak.

Sebagai ibu rumah tangga, saya juga ikut merasakan dampak kenaikan harga BBM. Tapi melihat kenyataan yang ada juga saya tidak bisa menyalahkan pemerintah. Saya yakin pemerintah sudah mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan. Banyak yang harus diselamatkan memang tapi bukan berarti harus menyelamatkan semua tho kalo kemampuan kita terbatas. Harus tahu diri!

Sekarang apa-apa harganya sudah mahal. Tapi kok bukannya bersyukur dan menjaga apa yang sudah diberi, eh kita malah merusaknya. Suka heran kalo lihat berita di tipi tentang demo yang berakhir ricuh. Marah karena gak diijinin masuk gedung ataupun menemui seseorang. Apa-apa dirusak!! Baik jendela, kendaraan, orang-orang, semua dilempari batu! Waduh mau jadi apa tho bangsa ini? Apa sudah lupa kita tentang bagaimana caranya kita menyelesaikan masalah. Duduk dan bicara! Berteriak dan saling menyerang hanya membuang energi saja. Tidak menghasilkan penyelesaian malah menambah masalah yang sudah ada.

Mudah-mudahan krisis ini segera berlalu. Masalah pasti akan selalu ada tapi mari sama-sama bijak menghadapinya. Toh kita bukan satu-satunya orang yang merasakan penderitaan. Di luar sana masih banyak yang lebih menderita lho.

MARI BERJUANG, BERSYUKUR DAN BERSABAR!!!

4 comments

1 BANGPAY { 05.13.08 at 6:06 am }

ah mosok seh??

—-ngabur—-

2 sluman slumun slamet { 05.17.08 at 6:04 pm }

oalah, sakturonan kok yo komentar!
:d

3 suci { 05.18.08 at 3:20 pm }

demo2 gitu bikin rame aja.
kalo gak mampu belim BBM sih ya udah jalan kaki aja, gak usah pake kendaraan bermotor

4 ciwir { 10.22.08 at 7:04 pm }

harga saham sekarang dah anjlog. kapan ya harga BBM anjlog???
–mimpi kali yeee..–

Leave a Comment